Monday, March 20, 2017

Firewall Mangle

Konsep Dasar
Mangle merupakan salah satu fitur pada firewall Mikrotik yang digunakan untuk memberikan tanda (mark) pada sebuah paket data. Marking Mangle ada 3 Marking Mangle,yaitu:
1.Connection Mark
– Connection Mark digunakan didalam connection tracking.
– Informasi tentang connection pertama akan disimpan dan ditambahkan kedalam daftar connection tracking.
2.Packet Mark
– Pacekt Mark berkaitan dengan paket data itu sendiri.
– Router akan memeriksa paket dan akan menandai paket tersebut dengan tanda tertentu sesuai dengan aturan yang dibuat.
3.Routing Mark
– Routing Mark digunakan dalam proses routing.
– Routing Mark akan menandai paket data untuk melewati jalur tertentu sesuai dengan rule yang dibuat.

Packet Mark
Topologi
Screenshot_1

Konfigurasi
  • Pertama Kita masuk ke Konfigurasi Packet Mark, pada Konfigurasi Packet mark kita memakai.
  1. Ip Firewal Mangle
  2. chain=Prerouting
  3. action=mark-connection
  4. new-connection-mark=nama_bebas
  5. passtrought=yes
1
  • Lakukan aktivitas browsing pada client, kemudian cek firewall mangle.
2
Marking Traffic masing-masing Client
  • Hapus konfigurasi sebelumnya. Jika sudah dihapus, lakukan konfigurasi dibawah.
3
7
  • Lakukan aktivitas browsing dan download di kedua client, lalu cek firewall mangle.
6
Marking port dengan extensi tertentu
  • Hapus konfigurasi sebelumnya. Jika sudah, buat marking port dengan extensi.
Screenshot_1
10
  • Kemudian buka Webbrowser dan cari  nama disertai dengan Extensi nya.Setelah sudah disearch maka Bytes dan Packet Akan berjalan seperti yang sebelum – sebelumnya.
Screenshot_7

Routing Mark

Topologi
Screenshot_3
Sekarang kita konfigurasi. Kita awali dengan koneksikan Router ISP1 dan ISP2 ke Internet.
  • Pertama,  berikan IP untuk ether1 dan ether2 dan koneksikan Router ISP1 ke Internnet. Sebut saja router ini merupakan router Internasional.
Screenshot_1
2
  • Kedua,  berikan IP untuk ether1 dan ether2 dan koneksikan Router ISP2 ke Internet. Sebut router ini router local.
Screenshot_2
Screenshot_3
  • Kedua router diatas sudah terhubung ke Internet.

Selanjutnya, konfigurasikan Router penerima Internet. Sebut saja router pengguna.
  • Hubungkan dengan router ISP1 dan ISP2 dan untuk ether3 berikan IP untuk ke arah client.
Screenshot_5
  • Masukkan DNS. DNS yang digunakan adalah DNS router ISP1 dan ISP2.
Screenshot_6
  • Berikan IP gateway. Gunakan IP internasional.
Screenshot_7
  • Lalu berikan firewall nat agar dapat terkoneksi ke Internet.
Screenshot_8
  • Test dengan mencoba nge ping.
Screenshot_9
  •  Selanjutnya berikan IP pada client dan pastikan terkoneksi ke Internet juga.
Screenshot_11
Screenshot_12
  • Selanjutnya kembali ke router pengguna. Sekarang download daftar IP lokal agar router dapat membedakan mana IP lokal dan IP internasional. Jika sudah di download, kemudian import filenya.
Screenshot_13
Screenshot_14
  • Cek di Addres List
Screenshot_15

Memisahkan jalur Internasional dan Lokal
  • Konfigurasikan firewall mangle.
Screenshot_16
  • Kemudian pisahkan gateway untuk paket Internasional dan untuk paket Lokal.
Screenshot_17
  • Sekarang kita buktikan. Lakukan aktivitas browsing di client. Browsing situs internasional dan situs lokal.Dibawah ini contoh browsing situs Internasional.
Screenshot_18
  • Ini situs Lokal.
Screenshot_19
  • Lihat kedua firewall mangle tersebut berjalan. No. 0 internasional, no. 1 lokal.
Screenshot_20

Memisahkan jalur untuk website tertentu
  • Buat firewallnya. Situs twitter akan dilewatkan melalui router ISP1.
Screenshot_21
  • Kemudian cek firewall mangle.
Screenshot_22
  • Kemudian kunjungi situs twitter.com
Screenshot_23
  • Cek lagi di Firewall Mangle.Disini telah berjalan.
Screenshot_24
  • Selanjutnya, situs Joox akan dilewatkan melalui router ISP2.
Screenshot_25
  • Kemudian cek firewall mangle.
Screenshot_26
  • Kemudian kunjungi situs Joox.com.Disini tidak terload dengan sempurna karna versi browsernya sudah usang.
Screenshot_28
  • Cek lagi di Firewall Mangle.Disini telah berjalan.
Screenshot_27

No comments:

Post a Comment